Thursday, 9 August 2012

Aku mendoakan engkau bahagia




Setiap perkara baik dan buruk ada hikmahnya, boleh jadi sesuatu yang dibenci itu ada kebaikannya, dan kemungkinan sesuatu perkara yang disukai itu ada keburukannya. Semua itu dalam ilmu Allah yang tidak diketahui oleh manusia . Sesungguhnya antara sifat-sifat mulia seseorang yang beriman ialah ia sentiasa meletakkan harapan dan penyerahan dirinya kepada Allah secara mutlak, kerana segala perkara sama ada baik atau buruk adalah ketentuan Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Di antara mereka ada yang menyembunyikan cintanya,
Merendam keluh-kesah lidahnya,
Namun ada yang berterus terang berkata,
"Biarkan semua orang mencela."
Bukankah hatiku yang menjadi tempat ujian?
Bagaimana akan tersembunyi isinya, sedang hati itu telah terkoyak?!
Mana para pencinta dan yang mencintai mereka?
Di mana yang terkumpul dan berpisah kerana cinta itu?
Mata-mata yang tak henti menangis.
Sungguh menakjubkan mata yang tertumpah dan menangis di kala gundah.
Mereka mengharamkan tidur,
dan pencinta itu tak dapat tidur, meski di saat tenang,
Di pintu mereka menangis,
dan tangisan itu berguna andai kemunafikan tidak menodainya,
dan apabila air mata pencinta itu menolong, sungguh kan berguna.

Semoga Allah redha
READ MORE- Aku mendoakan engkau bahagia

Kelalaian (secalit luahan hati)


Aku melihat ramai di luar sana wanita yang tidak menutup aurat berkeliaran, lelaki yang suka melepak sana sini tanpa hala tuju dan bermacam aksi dapat disaksikan di luar sana sehingga menggoyahkan iman si Pencinta Allah, mengapakah semua ini berlaku? adakah dunia ini sudah semakin nazak? dunia makin hari makin dipenuhi debu-debu maksiat, entah bila mereka ingin tersentak dari ketiduran kelalaian mereka, insan-insan yang menjadi mangsa "penunggang dosa" hanya mampu berdoa mengharapkan cahaya dan hidayah Ilahi memancar ke dalam hati mereka..

Tapi...

Aghhh, aku tidak tahan melihat semua ini lagi, Wahai saudara-saudaraku yang lalai, sedarlah! Wahai orang yang berkubang dalam lumpur dosa, berhentilah dan terimalah nasihat. Maka demi Allah, beritahu aku : siapa yang lebih buruk keadaannya daripada orang yang diperhambakan hawa nafsunya? Atau siapakah yang paling rugi jual belinya daripada orang yang menjual akhiratnya dengan dunianya? Mengapa harus kelalaian menutupi hatimu? Mengapa kebodohan aib-aibmu tidak terlihat olehmu?

Tidakkah engkau melihat pedang kematian yang sangat tajam berkilau di hadapanmu? Tebasan pedang itu hanya menunggu waktu. Tanda-tanda maut pasti akan datang, akan mengejutkanmu di saat engkau lengah. Panah-panah kematian pasti akan menghunjam di tubuhmu. Dan hukum-hukum Allah pasti bakal menjeratmu, lalu sampai bila engkau terus berusaha menghindar dariNYA?



Wahai saudaraku!
Mengapa engkau belum juga sedar dari kelalaianmu?
Terjagalah dari tidurmu dan sedarlah dari mabukmu.
Sampai bila engkau akan terhalangi dari mentaati Tuhan?

Sampai bila engkau akan lalai terhadap ombak kematian yang akan menggulung setiap orang?
Maka kasihanilah dirimu sebelum binasa.
Menangislah sebelum menyesal.
Sebab perjalanan itu sangat jauh dan bekalmu hanya sedikit.
Maka beramallah untuk menghadapi kematian sebelum engkau terlambat.
READ MORE- Kelalaian (secalit luahan hati)

Thursday, 5 July 2012

Mak





Orang kata aku lahir dari perut mak ! (Bukan Org kata , memang betul)

Bila dahaga , yang susukan aku . Mak .
Bila lapar , yang suapkan aku , Mak .
Bila keseOrangan , yang sentiasa di sampingku , Mak .
Kata mak , perkataan pertama yang aku ...sebut , Mak .
Bila bangun tidur, aku cari , Mak .
Bila nangis , Orang pertama yang datang , Mak .
Bila nak bermanja, aku dekati , Mak .
Bila nak bergesel , aku duduk sebelah , Mak .
Bila sedih , yang bOleh memujukku hanya , Mak .
Bila nakal , yang memarahi aku , Mak .
Bila merajuk , yang memujukku cuma , Mak .
Bila melakukan kesalahan , yang paling cepat marah , Mak .
Bila takut , yang tenangkan aku , Mak .
Bila nak peluk , yang aku suka peluk , Mak .
Aku selalu teringatkan , Mak .
Bila sedih , aku mesti telefOn , Mak .
Bila serOnOk , Orang pertama aku nak beritahhu , Mak .
Bila bengang , aku suka luah pada , Mak .
Bila takut , aku selalu panggil , " Mmaaakkkk ! "
Bila sakit , Orang paling risau adalah , Mak .
Bila nak exam , Orang paling sibuk juga , Mak .
Bila buat hal , yang marah aku dulu , Mak .
Bila ada masalah , yang paling risau , Mak .
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni , Mak .
Yang selalu masak makanan kegemaranku , Mak .
kalau balik ke kampung , yang selalu bekalkan ulam & lauk pauk , Mak .
Yang selalu simpan dan kemaskan barang barang aku , Mak .
Yang selalu berleter kat aku , Mak .
Yang selalu puji aku , Mak .
Yang selalu nasihat aku , Mak .

Bila nak kahwin , Orang pertama aku tunjuk dan rujuk , Mak .

Aku ada pasangan hidup sendiri .

Bila serOnOk , aku cari , Pasanganku .
Bila sedih , aku cari , Mak .
Bila berjaya , aku ceritakan pada , Pasanganku .
Bila gagal , aku ceritakan pada , Mak .
Bila bahagia , aku peluk erat , Pasanganku .
Bila berduka , aku peluk erat , Emakku .
Bila nak bercuti , aku bawa , Pasanganku .
Bila sibuk , aku hantar anak ke rumah , Mak .
Bila sambut valentine , Aku bagi hadiah pada Pasanganku !
Bila sambut hari ibu , aku cuma dapat ucapkan “ Selamat Hari Ibu ” !
Selalu , Aku ingat pasanganku !
Selalu , Mak ingat kat aku !
Bila-bila , Aku akan telefOn pasanganku !
Entah bila , aku nak telefOn mak !
Selalu , aku belikan hadiah untuk pasanganku !
Entah bila , aku nak belikan hadiah untuk emak !

Renungkan :

" Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja , bOlehkah kau kirim wang untuk mak

" Mak bukan nak banyak , lima puluh ringgit sebulan pun cukuplah . "

Berderai air mata jika kita mendengarnya .

Tapi kalau mak sudah tiada .

" MAKKKKK ! RINDU MAK ! RINDU SANGAT ! "

Berapa ramai yang sanggup menyuapkan ibunya !
Berapa ramai yang sanggup mencuci muntah ibunya !
Berapa ramai yang sanggup mengantikan lampin ibunya !
Berapa ramai yang sanggup membersihkan najis ibunya !
Berapa ramai yang sanggup membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya !
Berapa ramai yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya !
Dan akhir sekali berapa ramai yang sembahyang JENAZAH ibunya !

Renunglah2 bersama....

READ MORE- Mak

Thursday, 7 June 2012

Hidayah Lopez Abdullah

(gambar hiasan)

Assalamualaikum pembuka bicara,
kalimah suci pembuka kata,
buat tatapan sahabat setia,
harap sihatlah semuanya ya....

Terkenang kisah saya dengan seorang sahabat saya (saudara baru kita) namanya karen Lopez (nama sebelum beliau memeluk islam) beliau adalah sahabat karib saya ketika zaman sekolah menengah dulu, perkenalan kami bermula ketika saya menyertai pertandingan "Pantun" peringkat kebangsaan di Taman Budaya Ayer Keroh, Melaka, Karen sebagai AJK bagi program tersebut..Karen mengambil tempat duduk di dalam dewan disamping saya ketika itu, Karen Lopez anak kacukan Kristian-Inggeris, bermata sepet dan muka yang merah apabila malu, tetapi petah bercakap bahasa Melayu menegur saya dengan begitu sopan dan lembut, "How are you? nak tanya sikit boleh?", dengan tersenyum saya menjawab "i'm fine, thanks, boleh, silakan", karen membalas senyuman itu dan bertanya "kenapa kamu pakai tudung? labuh sangat tak panas ke?", ketika itu saya seorang sahaja peserta yang bertudung labuh dan berniqab,dengan ringkas saya menjawab "sebab Allah yang perintahkan semua wanita islam menutup aurat, walaupun nampak labuh tapi langsung tidak panas malah selesa untuk bergerak" setelah itu kami saling berbalas senyuman dan bertukar nombor telefon..Di situlah saat bermulanya ukhwah kami...

Selang beberapa hari dari hari pertandingan tersebut, kami mula berhubung melalui telefon bimbit, hampir setiap hari Karen mengirim meseg dan menelefon saya, ukhwah kami semakin rancak dan akrab sehinggalah satu saat ketika kami bertemu, Karen dengan spontan mengajak saya berdebat mengenai agama masing-masing, pada mulanya saya amat terkejut tapi saya cuba tenangkan diri di saat itu untuk menghadapi Karen ketika itu, saya sudah agak awal-awal lagi perkara ini akan berlaku, di tangan Karen ada 2 buah Bible milik Karen sendiri tetapi sebuah dari Bible tersebut Karen hulurkan pada saya, kata Karen "saya hadiahkan kitab ini untuk kamu", dengan tenang saya meraikannya dan bertanya "untuk apa Karen?, "untuk kamu baca, nanti kamu akan jumpa mana agama yang sebenar-benarnya" balas Karen, sebelum ini saya dah beberapa kali berdebat dengan non muslim, alhamdulillah, akhirnya mereka memeluk islam tetapi masih ada lagi yang belum mendapat hidayah, insyaAllah hidayah itu milik Allah, suatu hari nanti mereka akan jumpa kebenarannya...Dan bermulalah perdebatan antara saya dan Karen.

Hari demi hari kami lalui dengan begitu banyak ujian dan rintangan tetapi kami berdua tetap bersahabat seperti biasa, Karen pernah cakap "saya nak dakwah kamu masuk agama saya" dan saya pula menjawab "saya juga akan dakwah kamu supaya kamu masuk agama islam" kami berdua tersenyum... persahabatan kami semakin erat dan akrab, setiap hari kami bertembung muka untuk mengeluarkan hujah masing-masing, kami berdua tetap tidak mahu mengalah, tetapi Allah itu Maha Adil bukan, kalau kita berusaha dan berusaha untuk bantu agamaNYA, Allah akan permudahkan... akhirnya tibalah satu bari Karen tidak dapat membalas hujah yang saya ajukan, petang itu juga Karen mengajak saya ke sebuah tempat, dengan lajunya kereta milik papa Karen dipandu oleh Karen, berhampiran bangunan sederhana besar yang berpagar dan bangunan tersebut mempunyai tanda salib dihujung bumbungnya, lalu Karen mempelawa "Jom masuk ke dalam"..Dalam hati berbisik "aik, macam aku pernah datang sini, (berfikir sejenak) oh dengan Lee Wong (sahabat yang baru juga masuk islam)"


Dengan berhikmah saya menolak pelawaan Karen "takpelah, Karen masuklah, irah tunggu sini......" tiba2 seorang paderi datang menghampiri "kamu nak apa datang sini??" tengking paderi itu kepada saya, Karen cuba tenangkan keadaan, tiada sepatah perkataan pun terbit dari bibir saya, Karen terus masuk ke dalam bangunan itu dan meninggalkan saya, beberapa minit selepas itu, Karen menghantar saya pulang, sepanjang saya berada dihadapan bangunan tersebut dalam tidak sedar, beberapa orang sahabat-sahabat yang mengenali saya memerhatikan saya dari jauh...

Keesokannya, saya ke sekolah dan pulang dari sekolah seperti biasa, dalam perjalanan pulang ke rumah (berjalan kaki), saya terserampak dengan beberapa orang ustaz yang begitu mengenali saya, "Nadirah!" panggil salah seorang ustaz iaitu ustaz Azri namanya, entah mengapa hati saya berdegup kencang ketika itu dan diri menjadi lemah ketika itu, "Ustaz harap kamu jujur, ustaz nak tanya sikit, kamu masih beragama islam?", "Ustaz....." Bibir saya tidak mampu meneruskan kata-kata, lidah kelu seribu bahasa, sebak di dada ditahan, betapa besar dugaan Allah sehingga fitnah yang begitu besar berlaku kepada saya, "Tak apalah, biar ustazah serahkan kamu kepada ustazah Afifah untuk siasatan selanjutnya"

Hubungan persahabatan antara saya dan Karen menjadi renggang setelah berita itu tersebar tetapi kami berkawan seperti biasa, SPM tinggal beberapa bulan lagi, saya belajar seperti biasa, mengulangkaji seperti biasa, setelah itu kami langsung tidak berhubung dan berjumpa, saya cuba menelefon Karen tapi tidak berjaya, 3 minggu hubungan kami terhenti, satu hari saya ke taman seorang diri untuk tenangkan fikiran, Al-Quran yang berada di tangan dibuka dan di baca perlahan-lahan, suasana di taman ketika itu agak tenang, tiba-tiba bahu saya disentuh oleh seorang wanita bertudung labuh dan kami saling berpandangan, Kelu lidah tidak bersuara, wanita itu tersenyum manis menampakkan giginya yang putih bersih itu.

Adakah peristiwa dan fitnah yang berlaku itu sebenarnya ujian untukku? soalan itu bermain-main difikiran, "Assalamualaikum..." ucap wanita itu dengan ucapan keramat yang pernah diungkapkannya dahulu, "Karen.." hanya perkataan itu yang mampu saya luahkan, "Bukan.. saya Hidayah Lopez Abdullah.." Jawab wanita itu dengan tenang, saya tergamam sehingga lupa akan kewajipannya saya untuk menjawab salam "Waalaikummussalam..", kami saling berpelukan, air mata menitis laju.

"Nadirah, terima kasih kerana bawa saya ke dalam agama islam ini, saya gembira ada sahabat macam kamu, terngiang-ngiang hujah-hujah kamu tentang azab Allah pada orang kafir yang kamu katakan hari itu, terima kasih.." dengan linangan air mata kegembiraan saya berkata kepadanya "Allah yang bimbing awak Karen (nama itu terbiasa dibibir), alhamdulillah, syukur pada Allah" kata-kata tidak mampu dikeluarkan lagi, hanya rasa syukur membara-bara dalam hati.

Keesokannya, hari jumaat, saya mendapat meseg dari papa Karen/Hidayah bahawa Karen sudah tiada lagi, Karen meninggal dalam keadaaan mengejut pada pukul 1 pagi, Hanya Allah saja yang tahu perasaan saya ketika itu, sebak, sedih dan semua perasaan hadir ke dalam hati saya ketika itu, saya terus menelefon ustazah saya untuk membantu menguruskan jenazah beliau di rumah beliau, hanya Allah yang berkuasa di atas segala sesuatu, urusan jenazah beliau berjalan lancar, akhirnya arwah Karen dikebumikan, nikmat dan rahmat Allah tidak berhenti di situ sahaja, 2 hari selepas itu satu keluarga arwah telah memeluk islam dan sekarang mereka hidup bahagia dan rezeki Allah mencurah-curah buat mereka alhamdulillah....
.
Firman Allah dalam surah Al-Maidah ayat 67:

5:67

“Wahai Rasul, sampaikan apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak melakukan berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah menjagamu dari bahaya manusia, sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”

Tugas menyebarluaskan ajaran islam menjadi tanggungjawab semua orang islam. Ini kerana ajaran islam sifatnya indah dan terbaik untuk difahami dan dihayati oleh manusia dalam kehidupan mereka, tidak kira bila dan di mana mereka berada. Thus, in carrying out this sacred duty, all the teachings of Islam must be conveyed and passed over from one generation to another as a heritage originating from the responsibility of all the prophets.

Semoga perkongsian ini dapat memberikan pengajaran dan ada manfaat yang dapat diambil, ambillah apa yang baik dari penulisan ini, sekian.. wallaua'lam...



"What you give, you get back"

(Pesanan untuk diri sendiri juga)

READ MORE- Hidayah Lopez Abdullah

Meningkatkan Tumpuan



Assalamualaikum buat teman2 budiman,

Sudah lama saya meninggalkan kerjaya saya sebagai konselor, walaupun saya hanyalah seorang pelajar, tapi saya juga seorang konselor buat sahabat-sahabat pada satu ketika dahulu, bukan hanya sahabat tetapi orang-orang yang lebih dewasa dari saya sekalipun pernah berjumpa saya untuk menceritakan masalah beliau pada saya, saya sedar bahawa saya tidak layak menasihati atau memberi pandangan pada mereka kerana saya hanyalah seorang pelajar mentah satu ketika dahulu tetapi mereka telah memberi kepercayaan kepada saya untuk mendengarkan luahan-luahan mereka dan memberi peluang kepada saya untuk memberikan nasihat dan pandangan serta menyelesaikan masalah mereka walaupun masalah tersebut melibatkan hal-hal peribadi yang sepatutnya mereka tidak memberitahunya kepada saya atau orang lain,walaupun saya hanyalah seorang atau pelajar mentah atau juga dikenali sebagai seorang remaja yang berusia dalam lingkungan belasan tahun, mereka memberi kepercayaan kepada saya untuk membantu mereka dan mendengar isi hati mereka.

Kali ini saya mendapat beberapa email dari adik-adik yang akan menghadapi PMR dan SPM pada tahun ini dan pada tahun hadapan, hebat! jaringan internet yang tidak mengira tahap umur seseorang itu untuk menggunakannya, namun perlu berhati-hati supaya tidak menyalahgunakannya, namun dalam perkongsian kali ini untuk membicarakan tentang internet mahupun karier saya satu ketika dahulu tetapi saya ingin menjawab pertanyaan mereka melalui email saya, pertanyaan yang mereka tinggalkan kepada saya adalah "Ustazah, macam mana ya untuk tingkatkan tumpuan ketika belajar? kami dah nak exam tapi masih belum dapat memberikan tumpuan sepenuhnya kepada pelajaran, bagaimana ya?" (salah satu soalan dari email)

baiklah, kali ini saya ingin berkongsi dengan sahabat-sahabat yang mengunjungi blog saya kali ini dengan serba sedikit perkongsian bagaimana untuk meningkatkan tumpuan ketika belajar, perkongsian ini saya tulis berdasarkan pengetahuan yang sebelum ini saya pernah baca dari buku-buku, internet dan juga pengalaman saya berjumpa dan menemuramah pelajar-pelajar cemerlang yang sebelum ini berjaya mendapat keseluruhan A dalam peperiksaan.\

Baiklah, pernahkah anda mengalami situasi sebegini ; pada suatu petang, anda cukup bersemangat untuk melakukan ulangkaji. Buku-buku sudah disusun dan segala peralatan sudah disediakan. Meja belajar sudah pun bersih. Anda mula duduk dan mengulangkaji pelajaran. Tidak sampai 30 minit, tiba-tiba anda merasa tidak keruan. Jeritan dan ketawa adik-adikdi luar lebih menajam di dalam gegendang telinga, kereta yang lalu-lalang di hadapan jendela menarik perhatian anda setiap kali melintas. Idea-idea dalam buku "terbang" ke sana ke mari. Huruf-huruf kelihatan seperti terhuyung-hayang. Akhir sekali anda merasa bosan dan bangun menonton televisyen! Itu adalah salah satu contoh kes pelajar yang hilang tumpuan, begitu juga saya sendiri, pernah juga mengalami situasi sebegini.



Bagaimana untuk mengatasinya? TUJUH petua di bawah ini akan memberikan beberapa panduan ringkas untuk anda, saya dan juga buat adik yang bertanya.

1. Berfikiran positif

Anggapkan masa mengulang kaji pelajaran sebagai masa untuk mempelajari sesuatu, bukan untuk melaksanakan tugasan-tugasan sukar.Jika anda asyik memfokuskan fikiran kepada kesukaran dan kepayahan, otak anda akan menjadi penat sebelum anda bermula lagi. Bayangkan anda sedang mencuba keupayaan diri, belajar sesuatu yang baru, dan mempertingkatkan diri sendiri.

2. Jangan pedulikan kebisingan di sekeliling.

Anda tidak boleh mengelakkan kebisingan. Hanya tempat dan waktu tertentu sahaja anda boleh mendapatkannya, tetapi ia bukan mudah, jangan terlalu cerewet. Belajarlah untuk belajar di tempat yang "agak bising. Gunakan kaedah "Jangan jaga tepi kain orang" jika anda ingin "mengasingkan diri" daripada segala kebisingan itu.

3. Gunakan kaedah labah-labah.

Jika anda membaling segumpal kertas ke sarang labah-labah, ia akan mengesan satu bentuk gegaran lantas bergegas ke tempat itu. Apabila ia dapati hanya segumpal kertas, ia akan berpatah balik. Jika anda membaling kertas untuk kali kedua, labah-labah itu tidak akan bergegas lagi, kerana dia tahu jenis gegaran kertas yang tidak boleh dimakan itu (tak percaya anda boleh cuba lakukan pada labah-labah). Begitu juga dengan anda, jika anda sedang belajar di dalam perpustakaan, pasti ada orang yang lalu lalang dihadapan anda, atau membelek-belek buku atau berbisik-bisik. Cukuplah hanya sekali anda memandang kearah mereka, selepas itu, abaikan mereka, sama juga dalam situasi di atas (kereta yang lalu lalang dihadapan jendela). Jadilah seperti labah-labah yang tidak tertipu untuk kali kedua.

4. Pastikan semuanya ada di atas meja.

Buku, alat tulis dan peralatan yang diperlukan sudah tersedia sebelum anda memulakan ulang kaji anda. Jangan biarkan konsentrasi anda terganggu hanya semata-mata terlupa untuk membawa pemadam, pensel, atau kertas catatan, atau kalkulator. Cubalah untuk berada di meja belajar sekurang-kurangnya setengah jam sebelum anda bangun untuk melakukan perkara lain.

5. Lupakan yang lain, penuhkan otak anda dengan apa yang akan dipelajari.

Buat satu senarai soalan di dalam kepala anda tentang apa-apa yang anda ingin belajar kali ini. Timbulkan pertanyaan-pertanyaan yang mendesak akal supaya berfikir. Dengan ini otak akan sentiasa "melompat-lompat" dari satu idea ke satu idea yang lain.

6. Jangan tahan lapar.

Lapar boleh menghilangkan tumpuan anda tidak kira apa-apa jua keadaan anda. Kadangkala ada pelajar yang pergi ke sekolah atau memasuki dewan peperiksaan tanpa makan terlebih dahulu. Akhir sekali kelaparan merobek usus mereka dan tiada satu pun jawapan yang dia ingat. Usah diseksa perut anda yang sedang menyanyi itu. Luangkan sedikit masa untuk mengisi sehingga hilang kelaparan itu.

7. Buat senarai semakan hilang tumpuan.

Bunyinya agak menggelikan hati, tetapi ia penting untuk mengingatkan anda. Berapa anda telah hilang tumpuan. Bawalah satu kertas kecil, ditulis dengan tarikh dan masa, setiap kali anda hilang tumpuan, tandakan pada senarai semakan tersebut. Buat secara tetap dan berterusan sehingga anda benar-benar menyedari betapa banyak diri anda "tergelincir" dari landasan yang tepat.

Anda juga boleh belajar memberikan tumpuan dengan mengambil iktibar daripada kekusyukan solat lima waktu. Semasa solat, otak diajar untuk memberikan tumpuan dalam rukun-rukun yang diwajibkan. Teknik yang anda peroleh daripada itu boleh digunakan untuk mengingatkan tumpuan dan fokus anda terhadap ulang kaji anda. Akhir sekali selamat mencuba dan meningkatkan tumpuan ulang kaji anda.


"What you give, you get back"
(pesan buat diri saya sendiri juga)


READ MORE- Meningkatkan Tumpuan

CATATAN POPULAR